Intinya
- 1Punya 2–3 hero per role yang benar-benar kamu kuasai, dan mainkan berulang-ulang.
- 2Siapkan satu hero aman untuk role kedua saat role queue tidak memberimu role utama.
- 3Setiap posisi punya tugas berbeda di mid game — kalah sering terjadi karena dua orang mengerjakan tugas yang sama.
01Membangun Hero Pool
Pemain yang naik rank biasanya tidak memainkan banyak hero. Mereka punya pool kecil yang dimainkan berulang-ulang:
- 2–3 hero utama di role terbaikmu.
- 1 hero aman di role kedua — sederhana, tahan pukul, dan tidak butuh banyak farm.
- Hero baru dicoba di unranked atau Turbo, bukan di ranked.
Setiap game dengan hero yang sama mengajarkan satu detail baru: timing item, kapan dia kuat, dan hero mana yang merepotkannya.
Tips pelatih
- Jangan isi pool dengan hero yang semuanya lemah terhadap satu hero musuh yang sama.
- Arcana menunjukkan winrate per hero-mu — mulai pool dari hero yang sudah bagus.
- Kalau hero utama di-ban, pakai hero kedua, bukan hero yang belum pernah kamu main.
02Tugas Tiap Posisi Setelah Lane
Setelah fase lane, tugas tiap posisi berubah:
- Pos 1 — farm di tempat aman, datang ke fight saat item penting selesai.
- Pos 2 — manfaatkan level dan rune untuk gank dan membuka peta.
- Pos 3 — membuka fight dan jadi tameng; item untuk tim sering lebih penting daripada item pribadi.
- Pos 4 — ward agresif, mencari pick-off, membantu carry farm dengan aman.
- Pos 5 — vision di area penting, simpan skill penyelamat untuk core.
Game sering kalah karena dua posisi mengerjakan hal yang sama — misalnya pos 4 dan pos 5 sama-sama farm jungle sementara tidak ada yang memasang ward.
Tips pelatih
- Support yang 'mencuri' farm core membuat seluruh tim telat item.
- Core yang tidak pernah datang ke fight membuat support mati sia-sia.
- Tanya tim: siapa yang membuka fight? Harus ada jawabannya.
03Memilih Hero di Role Queue
Di role queue kamu tidak selalu mendapat role yang kamu mau. Siapkan rencananya sebelum menekan Find Match:
- Satu hero andalan untuk setiap role yang kamu pilih di antrean.
- Pick belakangan kalau hero-mu mudah di-counter; pick awal kalau hero-mu nyaman melawan hampir siapa saja.
- Lihat draft timmu: kalau belum ada yang bisa membuka fight, ambil hero yang bisa.
Tips pelatih
- Centang role di antrean hanya kalau kamu punya hero untuk role itu.
- Hero yang sederhana tetap lebih baik daripada hero kuat yang belum kamu kuasai.
- Sebut posisimu di awal pick phase supaya tidak rebutan.
Kamu ngapain?
Putuskan dulu, lalu buka jawabannya.
Timmu sudah punya dua carry dan belum ada yang mau support. Kamu pick terakhir. Apa yang kamu ambil?Lihat jawaban
Ambil support (pos 4 atau 5) dari pool-mu. Tim tanpa ward dan tanpa hero yang rela miskin biasanya kalah di mid game, sebagus apa pun carry-nya.
Kamu biasa main pos 5, tapi role queue memberimu pos 3. Hero apa yang paling aman?Lihat jawaban
Hero aman dari pool-mu: offlaner sederhana yang tahan pukul seperti Axe, Centaur, atau Bristleback — bukan hero yang belum pernah kamu coba.
Coba di game berikutnya
Tulis hero pool-mu: 2–3 hero untuk role utama dan 1 untuk role kedua. Mainkan hanya itu selama 10 game ranked.
